Berkas 17 Tersangka Korupsi KUR BRI Pinrang Rampung, Menunggu Penyerahan Jaksa Penuntut Umum

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Kasus korupsi penyaluran dana kredit usaha rakyat (KUR) pada Bank Rakyat Indonesia cabang Kabupaten Pinrang yakni 22 tersangka, 17 tersangka diantaranya, berkas perkaranya sudah dinyatakan rampung (P-21) oleh Kejaksaan. Minggu (15/1/2023).

Hal itu diungkapkan oleh Kasubdit III Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel, Kompol Fadli via telepon, Ia mengatakan 17 tersangka telah P21.

Baca juga:

Buka Kongres Nasional ke-38 GMKI, Gubernur Sulsel Beri Hibah Rp 750 Juta

“Iya 17 tersangka sudah P-21, sisanya 5 tersangka dalam proses,” ucapnya.

Saat ditanya rencana pelimpahan tahap dua atas 17 tersangka yang berkas perkaranya telah dinyatakan P-21 tersebut, Fadli mengatakan hal itu kemungkinan dilakukan tidak lama lagi.

“Ntar lagi,” tutur Fadli.

Baca juga:

Wujudkan Tridharma Mahasiswa, KMP UMI Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Bakaru

Sebelumnya, Polda Sulsel melalui Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus telah menetapkan 22 tersangka dugaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kabupaten Pinrang.

Kompol Fadli, Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sulsel, membenarkan penetapan 22 tersangka KUR BRI Pinrang, di mana enam di antaranya pegawai Bank BRI.

“Jadi ini permufakatan jahat melakukan tindak pidana korupsi berupa perbuatan melawan hukum penyalahgunaan wewenang atas fasilitas kredit berupa Kupedes, KUR mikro, BRIguna kepada 338 debitur di unit BRI Mallongi-longi dan BRI Unit Temassarangnge Kabupaten Pinrang dari tahun 2017-2019,” ucap Kompol Fadli, di Makassar, Jumat (28/1/2022).

Pada kasus tersebut, negara berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp11,4 miliar lebih.

“Kejadian ini merugikan negara Rp 11,4 miliar lebih. Enam orang dari pihak BRI dan selebihnya calo yang mencari nasabah. Masih dalam proses pemeriksaan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fadli mengatakan, pihaknya juga turut menetapkan tersangka kepala cabang Bank BRI Pinrang.

“Pimpinan cabangnya juga kita tetapkan tersangka,” tambahnya.

Para tersangka dijerat pasal 2 dan 3 UU Tipikor, juncto pasal 65 dan 55 KUHPidana. (Nca)