Jagai Anakta’ Harus Jadi Program Wajib Keluarga

INIKATA.co.id – Penculikan disertai pembunuhan terhadap bocah berusia 10 tahun bernama Muhammad Fadli Sadewa, yang dua pelakunya merupakan anak di bawah umur, yakni AD (17) dan MF (14) dengan niat ingin menjual organ tubuh korban, harus menjadi pelajaran dan atensi seluruh pihak untuk menyamakan persepsi terkait pentingnya mengimplementasikan program ‘Jagai Anakta’ yang digagas Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

Baca juga:

Danny Jajaki Kerjasama Dengan PT. Telkom, Kembangkan Startup Dan Digitalisasi Transformasi UMKM Lorong

Sebenarnya, program Jagai Anakta’ ini sudah diluncurkan sejak periode pertama kepemimpinan Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto sebagai wali kota Makassar, tepatnya pada 23 April 2017 lalu.

Hanya saja, minimnya peran stekholder terkait serta masyarakat termasuk para orang tua membuat progam mitigasi sosial sejak dini ini tak maksimal. Padahal, Danny Pomanto sebagai penggagas terus menggaungkan program tersebut di setiap kesempatan.

Olehnya itu, berkaca pada penculikan disertai pembunuhan yang menimpa Fadli Sadewa, Jagai Anakta’ intinya melakukan berbagai upaya pencegahan terjadinya kekerasan anak baik sebagai korban maupun pelaku, sepertinya memang sudah harus menjadi program wajib bagi semua keluarga dan harus disupport oleh semua kalangan.

Baca juga:

Silaturahmi ke Forkopimda Sulsel, Danny: Makassar Maju karena Dukungan Semua Pihak

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Makassar, Muslimin Hasbullah mengatakan, program Jagai Anakta’ ini sejalan dengan tingkat kekerasan anak yang kerap kali masih terjadi di Kota Makassar.

“Program Jagai Anakta ini program yang digagas pak wali yang patut kita suport bersama. Ini butuh kolabroasi bersama, karena dalam situasi anak yang memprihatinkan saat ini, dimana bentuk-bentuk kekerasan anak semakin tinggi di Kota Makassar dan angka kejahatan yang melingkupi anak sebagai pelaku maupun sebagai korban itu cukup banyak,” kata Muslimin, Rabu (11/1/20223).

“Jadi konsep Jagai Anakta itu filosofinya adalah mengajak semua pihak untuk berspektif perlindungan anak. Terutama adalah kewajiban negara, kewajiban masyarakat untuk terlibat di dalam memenuhi hak-hak anak,” sambungnya.