Gubernur Papua Lukas Enembe Dikabarkan Ditangkap KPK

INIKATA.co.id – Gubernur Papua, Lukas Enembe yang sejak beberapa waktu lalu telah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka, lantaran diduga menerima suap dan gratifikasi senilai miliaran rupiah.ditangkap atau diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kabarnya, Lukas ditangkap saat sedang makan di salah satu restoran di Jayapura.

Baca juga:

Bunda PAUD Lepas Peserta Pawai dan Drum Band TK se-Kota Makassar

“Informasi yang saya dapat adalah KPK yang melakukan penangkapan,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo melalui pesan tertulis, Selasa (10/1/2022).

Sementara, Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri menyerahkan sepenuhnya informasi mengenai penangkapan Lukas kepada KPK.

“Silahkan tanya ke KPK,” kata Mathius saat dikonfirmasi soal keterlibatan personel Brimob dalam penangkapan Lukas Enembe tersebut.

Baca juga:

Terbukti Suap Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe, Rijatono Lakka Divonis 5 Tahun Penjara

INIKATA.co.id telah mencoba menghubungi Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri untuk mengkonfirmasi kabar soal penangkapan Lukas Enembe tersebut. Namun, hingga kini belum ada penjelasan dari Ali Fikri terkait hal tersebut.

Sekadar diketahui, Lukas Enembe disebut menerima suap dari Direktur PT Tabi Bangun Papua (TBP), Rijatono Lakka (RL) terkait proyek infrastruktur di Pemerintah Provinsi Papua pada 2019-2021.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, PT TBP yang mengikuti berbagai proyek pengadaan infrastruktur di Pemprov Papua itu diduga tidak memiliki pengalaman untuk mengerjakan proyek konstruksi karena sebelumnya bergerak di bidang farmasi. Namun, sang direktur, Rijatono diduga melakukan pendekatan dan cara curang untuk mendapat proyek.

Rijatono disebut melakukan komunikasi, pertemuan hingga memberikan sejumlah uang sebelum proses lelang dilaksanakan dengan harapan bisa dimenangkan.

“Adapun pihak-pihak yang ditemui tersangka RL di antaranya adalah tersangka LE (Lukas Enembe) dan beberapa pejabat di Pemprov Papua,” kata Alex di Jakarta, Kamis (5/1/2023).

Sementara untuk penerimaan gratifikasi Lukas, KPK masih melakukan pendalaman.

“Diduga tersangka LE juga telah menerima pemberian lain sebagai gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya hingga jumlahnya miliaran rupiah yang saat ini KPK sedang kembangkan lebih lanjut,” sambungnya.

Atas perbuatannya, Rijatono disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) atau Pasal 5 ayat (2) dan Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Sedangkan Lukas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Tipikor. (*)