Tersangka Penggelapan Dana Nasabah Bank Sulselbar di Mamuju Resmi Ditahan

INIKATA.co.id – Oknum pegawai Bank Sulselbar nonaktif berinisial H yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus raibnya dana puluhan nasabah Bank Sulselbar dengan total senilai Rp10 miliar, resmi ditahan pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan mengatakan, tersangka ditahan usai diperiksa oleh penyidik pada Senin (2/1/2023). Penahanan tersangka tersebut dimaksudkan agar memudahkan proses penyidikan. Untuk tahap awal, tersangka ditahan selama 20 hari.

“Semalam sudah diambil keterangan dan langsung ditahan tersangka H. (Penahanan) untuk memudahkan penyidikan. (Penahanan tersangka selama) 20 hari dan dapat diperpanjang 40 hari,” kata Syamsu Ridwan, Selasa (3/1/2022).

Sementara, kuasa hukum tersangka H, Nasrun menyebut pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya. Upaya itu dilakukan karena kliennya memiliki dua anak yang masih kecil.

“Kami sudah melakukan permohonan agar tidak dilakukan penahanan dengan alasan klien kami masih memiliki dua anak yang umur di bawah 5 tahun. Jadi masih butuh figur seorang ibu,” kata Nasrun.

Nasrun mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah sempat meminta agar penyidik menangguhkan penahanan kliennya. Akan tetapi permohonan tersebut ditolak.

Olehnya itu, pihaknya akan kembali mengupayakan agar penyidik mempertimbangkan kondisi tersangka.

“Tapi karena ditolak, jadi Insya Allah hari ini (kemarin) kita ajukan permohonan untuk penangguhan penahanan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, H ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulbar pada Selasa (27/12/2022) lalu, usai penyidik Dit Reskrimsus Polda Sulbar melakukan gelar perkara kasus raibnya dana puluhan nasabah Bank Sulselbar di Mamuju.

Dit reskrimsus Polda Sulbar yg menangani kasus ini pun masih terus melakukan pendalaman. Dirkrimsus Polda Sulbar, Kombes Pol Afrizal meyakini, tersangka berinisial H tersebut tak mungkin bekerja sendiri dalam melakukan aksinya.

Ia mengatakan, pihaknya menduga ada beberapa orang di Bank Sulselbar Mamuju yang juga ikut terlibat dalam kasus ini.

“Ini kan kejahatan perbankan. Tidak mungkin dia (tersangka H) sendiri yang bermain. Tidak mungkin dia bekerja sendiri, omong kosong itu,” kata Afrizal, akhir pekan kemarin.

Apalagi menurut Afrizal, proses pencairan dana di bank melibatkan beberapa pihak. Mulai dari teller hingga pimpinan cabang bank. Prosedur tersebut memperkuat keyakinannya bahwa tersangka H bukan pelaku tunggal dalam kasus ini.

“Bagaimana caranya bisa keluar uang itu kalau teller tidak main? Bagaimana caranya teller kasih keluar uang kalau bukan tanda tangan kepala bank? Kan semua merembes. Sekarang tinggal dia (tersangka H) mau buka mulut atau tidak,” ujar Afrizal.

Ia memastikan, pihaknya akan terus mendalami kasus ini dan berharap tersangka H mau memberikan keterangan secara terbuka. Termasuk membeberkan siapa saja yang terlibat.

“Mau ada petingginya saya tidak peduli. Mau dia Kepala BPD (Bank Sulselbar) kalau dia nanti tersangka ini dia buka mulut, dia bilang saya izin dengan kepala tellernya, terus kepala tellernya (bilang) iya Pak saya dapat izin dari kepala (pimpinan cabang). Ya siap-siap saja,” ucapnya.

Afrizal menjelaskan teller maupun pimpinan bank yang terlibat bisa disangkakan dengan Pasal 55 KUHP.

“Kan tidak pasal tunggal. KUHP bisa Pasal 55 turut serta, bekerjasama,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Legal Bank Sulselbar Faisal Satria mengatakan bahwa Kepala Cabang (Kacab) yang bertugas di kantor cabang Bank Sulselbar Mamuju tidak terlibat di kasus raibnya dana puluhan nasabah tersebut.

Ia pun menjelaskan mekanisme transaksi yang menurut dia hanya melibatkan mantan pegawai berinisial H yang kini jadi tersangka.

“Kalau selama ini berdasarkan laporan audit, H pelaku tunggal. Berdasarkan laporan internalnya kami, tidak ada keterkaitan dengan pihak bank,” kata Faisal Satria, Senin (2/1/2023).

Faisal menjelaskan adanya aturan terkait limit penarikan dana yang harus diketahui dan melibatkan tingkatan pimpinan. Namun berdasarkan hasil investigasinya, limit penarikan dana yang dilakukan oleh H hanya sampai ke ranah head teller.

“Penarikan dana yang dilakukan H itu levelnya paling tinggi sampai head teller. Tidak ada penarikan sampai ke kepala cabang atau kepala seksi,” ujarnya.

Meski begitu, ia meyakini teller hingga head teller tidak terlibat dalam kasus itu. Pasalnya, bukti struk penarikan dana yang dibawa H asli bertanda tangan nasabah.

“Ini yang bermasalah H pada saat dia ambil uang, dari sisi bank sesuai dengan prosedur karena H kan bilang nasabahnya ada di bank, nasabahnya datang. Itu nasabahnya di luar (gedung bank), ada nasabahnya. Jadi ini sebenarnya karena kepercayaan petugas teller (kepada H) sehingga itu terjadi. Tapi dari sisi bukti transaksi sudah sesuai ketentuan, ada tanda tangan nasabah. Tapi dana yang ditarik H itu tak pernah disetorkan ke nasabah pemilik dana,” jelasnya.

“Jadi biarkan nanti ada proses untuk membuktikan apa di sisi pihak bank terlibat atau tidak, ini masih dalam proses (Polda Sulbar),” pungkasnya. (fdl)

Baca juga:

Irjen Pol Teddy Minahasa di Vonis Penjara Seumur Hidup

Baca juga:

Polda Tetapkan Satu Tersangka Kasus Penggelapan Dana Nasabah Bank Sulselbar