PHK Besar-besaran terhadap Tenaga Alih Daya di Sulselrabar, PLN respon Begini!

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran kembali dialami sekitar 5.500 tenaga alih daya. Hal ini pun membuat mereka bersama serikat buruh melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (PLN UIW Sulselrabar), Jalan Hertasning, Senin (2/1/2023).

Ketua DPW FSPMI Sulawesi Selatan, Fadli Yusuf mengatakan keputusan PHK mencapai ribuan ini bukan jumlah yang sedikit.

Baca juga:

Danny Pomanto Raih Penghargaan Kepala Daerah Inovatif

“Hampir 5.500 orang karyawan di PHK. Dalam jangka beberapa bulan kurang lebih 5.500 tenaga alih daya di PHK pegawai buruh di Sulselrabar dan itu tidak masuk dalam akal pikiran kami,” ujar Fadli.

Ia mengatakan tindakan PHK secara besar-besaran ini telah merusak citra para pekerja buruh gara-gara dilakukannya pengurangan tenaga pekerja diwilayah Se-Selsulbartra.

“Kami meminta agar citra kami dijaga para pekerja buruh dan tetap dimonitoring apabila tidak ada anggaran kami berharap para pemimpin diatas agar tetap memonitoring para pekerja buruh,” jelasnya.

Apalagi, kata dia, tenaga alih daya ini sudah mempunyai sertifikat dalam profesi pekerja mereka sehingga tidak tepat jika dilakukan PHK.

“Kami punya sertifikat asismen yang sudah berpegalaman dan profesional sehingga kami bekerja bertahun-tahun sesuai kemampuan kami dan tidak diragukan lagi,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Senior Manajer Distribusi PLN UIW Sulselrabar, Muh Taqwa saat menerima audiensi dengan masa aksi mengatakan pihaknya mempertimbangkan kembali keputusan yang telah dikeluarkan.

“Ingat kami buat aturan pekerja selama 5 tahun itu akan di revisi (pergantian) dilihat dari kinerja yang positif apabila kinerja tidak sesuai yang diharapkan maka akan diganti,” ucapnya.

Ia memastikan bahwa pihaknya akan mengakomodir aspirasi serikat buruh dan akan ditindaklanjuti demi nasib tenaga alih daya sebanyak ribuan tersebut.

“Selama tiga bulan kedepan adalah ujian untuk para pekerja buruh yg jadi tenaga kerja di para PT. UPT didaerah jika menimbulkan hasil positif maka bulan ke 4 akan di patenkan sehingga tidak ada pengurangan ataupun penambahan pekerja, kami berharap bantuan dari pekerja buruh dan laporkan tentang permasalahan di UPT Daerah sehingga kami bisa mengambil tindakan untuk pengawasan lebih ketat lagi,” pungkasnya. (fdl)