Target Januari 2023, Pemprov Sulsel Anggarkan Rp10 Miliar di Penerbangan Bandara Arung Palakka

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Maskapai penerbangan PT ASI Pudjiastuti atau Susi Air tak lagi melayani penerbangan bersubsidi di Bandara Arung Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Karena Kontrak Susi Air telah berkahir pada 30 Desember 2022. Senin (2/1/2023).

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Sulsel, Muhammad Arafah mengatakan pihaknya menargetkan penerbangan bersubsidi di Bandara Arung Palakka kembali berjalan pada pertengahan Januari 2023 dengan anggaran yang siapkan sebanyak Rp10 miliar lebih.

Baca juga:

Taufan Pawe Minta Jajarannya Sepekan Fokus Tangani Warga Terdampak Banjir

“Kontraknya berakhir tetapi Januari ini kita akan usahakan untuk ada penerbangan, mudah-mudahan bisa penerbangan bulan Januari. Iye anggarannya sudah masuk di APBD Pokok TA 2023, anggarannya di Biro Kesra, diatas Rp10 miliar,” ujar Arafah.

Untuk maskapai penerbangan, ia mengatakan akan dilakukan secara lelang. Jadi masa kontraknya nanti direncanakan hampir 1 tahun.

“Iya tahapan lelang, untuk sementara seperti itu tapi masih mau dirapatkan. Diusahakan minimal 9 bulan,” ucapnya.

Kontrak penerbangan bersubsidi di Bandara Arung Palakka kali ini, kata dia, rute penerbangan tidak sama dengan tahun sebelumnya.

“Rutenya juga ada beberapa, ada rute Makassar-Bone-Kendari PP kemudian ada Makassar -Sorowako, ada juga Makassar-Selayar. Yang kemarin lain, Makassar-Bone-Kendari, Makassar-Bone-Balikpapan,” sebut dia.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang menggunakan bantuan keuangan, Arafah mengatakan anggaran untuk bandara Arung Palakka di Bone ini akan menggunakan APBD TA 2023.

“Ini dananya di provinsi, masih mau dirapatkan nanti fixnya besok (hari ini) setelah rapat besok atau lusa, itu dana subsidi pemprov, kalau kemarin bantuan keuangan Bone,” imbuhnya.

Terpisah, Kabid Pengembangan Transportasi dan Perkeretaapian Dishub Sulsel, Muhammad Ishak mengatakan kontrak penerbangan bersubsidi di Bandara Arung Palakka pada tahun sebelumnya hanya satu bulan karena mekanismenya yang cukup banyak, sebab anggarannya melalui Bantuan Gubernur Sulsel kemudian diserahkan ke Pemkab Bone dan tahapan lelangnya mereka yang lakukan.

“Sebenarnya kontraknya satu bulan karena bantuan keuangannya prosesnya selama satu bulan juga prosesnya jadi dia pelaksanaannya cuman satu bulan, jadi untuk berikutnya (hampir) satu tahun,” ucapnya.

Apalagi, kata dia, bantuan gubernur ke Pemerintah Kabupaten Bone sekitar Rp2 miliar lebih sehingga tidak mungkin masa kontkanya dengan jangka waktu yang lama.

“Bantuan kemarin saya tidak tahu berapa kemarin, sekitar Rp2 miliar lebih atau berapa saya tidak tahu,” kata dia.

Menurut dia, upaya pemerintah memberikan subsidi penerbangan ini agar ada pesawat yang mau menerbangkan rute di daerah. Disini lain, dapat memudahkan akses penerbangan masyarakat di daerah.

“Subsidi kan begini, tidak ada penerbangan tidak ada penumpang, jadi untuk mengaktifkan kembali, makanya pemerintah provinsi mensubsidi supaya ada pesawat yang mau masuk dengan Komitmen bahwa ada subsidi disana,” tuturnya.

“Kalau sistemnya lelang itu berdasarkan berapa TOC-nya maskapai, artinya TOC itu berapa pesawat itu terbang kesana berapa biayanya, itulah yang kita subsidi nantinya,” sambung dia.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa pihaknya mendapatkan arahan Gubernur Sulsel untuk mempercepat kontrak, sehingga penerbangan bersubsidi aktif kembali.

“Arahannya Pak Gubernur kan secepatnya harus ada, namanya juga pemerintah, sebagai gubernur pasti arahnya cepat tapi harus sesuai dengan mekanisme yang tidak melanggar,” pungkasnya. (fdl)