Tahun Depan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Makassar Terbentuk

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Pada 2023, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Makassar akan terbentuk. BRIDA sendiri merupakan transformasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda).

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengarahkan agar OPD terkait terus berjuang mendapatkan perubahan ke BRIDA dan menjadikan Makassar sebagai pemerintah kabupaten/kota pertama di Indonesia.

Baca juga:

Tekan Angka Poditif Covid, ini yang Dilakukan Satgas Raika Kecamatan Manggala

“Terus siapkan BRIDA, dan jadikan kita pertama di kabupaten kota di seluruh Indonesia. Buatlah pusat mengatakan bahwa mereka tidak salah memilih Makassar sebagai pemerintah daerah pertama dari 514 Pemda di seluruh Indonesia untuk menjadi contoh pembentukan BRIDA,” kata Danny, sapaan akrabnya di sela-sela acara Refleksi Akhir Tahun Pemkot Makassar di Hotel Four Points, Rabu, (28/12/2022), malam.

Apalagi dirinya pun mengaku sudah menambah anggarannya. Selain, mengarahkan agar bekerjasama dengan kampus-kampus untuk membuat solusi berdasarkan penelitian.

“Penelitian itu harus diproduksi, seperti memproduksi pedestarian pada 2024 lebih bagus, beton kuat, jadi semua konten lokal. Juga sistem pembersih got atau drainase kita dan banyak sekali yang membutuhkan terobosan,” pesannya.

Baca juga:

Balitbangda Kota Makassar Gelar Sosialisasi Terkait Teknologi Tepat Guna

Kepala Balitbangda Makassar Andi Bukti Djufrie mengatakan perumusan Perda BRIDA sudah masuk Program Legislasi Daerah (Prolegda). Dan pihaknya pun sudah berkomunikasi dengan teman-teman DPRD (Bapemperda).

Hasilnya, pada triwulan atau semester pertama 2023 pembentukan Perda BRIDA ini sudah selesai.

“Jika sudah selesai maka kita kota pertama yang membentuk BRIDA di Indonesia. Sudah ada naskah akademiknya, prinsip teknis dan administrasi sudah dipenuhi. Sekarang bolanya di DPRD,” kata Bukti.

Apalagi, Ranperda itu menjadi salah satu prioritas DPRD. Soal anggaran, dari Balitbangda ke BRIDA kini sudah menyesuaikan dari Rp 9 Miliar ke Rp 20 Miliar. Itu berarti penyesuaian untuk kegiatan kedepannya sudah ada anggaran.

“Jika sudah terbentuk anggaran ini, Insya Allah dari pusat akan mengucurkan anggaran ke BRIDA. Seandainya sudah terbentuk maka sudah banyak kucuran dana dari pusat. Dan nanti, fokusnya pada penelitian, sarana dan prasarana dengan menggandeng akademisi dan kampus,” ucapnya. (*)