Sosialisasi Nilai Kebangsaan, Rangga: Patriotisme Tak Hanya Sekedar Slogan

INIKATA.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Fahruddin Rangga menemui warga Desa Lakatong Kecamatan Mangarabombang (titik pertama).

Dalam pertemuan tersebut, anggota fraksi partai Golkar DPRD Sulsel ini melakukan dialog tatap muka dan Sosialisasi Nilai-nilai kebangsaan (sosbang).

Baca juga:

HM Yasin Turut Berduka Cita atas Wafatnya Istri Bupati Barru

Kegiatan sosbang ini tak hanya digelar di Desa Lakatong Kecamatan Mangarabombang, namun dibelar di beberapa titik dengan tempat atau desa yang berbeda.

Dalam kegiatan sosialisasi ini Rangga di dampingi pejabat dari Badan Kesbangpol Provinsi Sulsel, Rais Rahman yang juga kehadirannya mewakili Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulsel selaku nara sumber utama.

Tak hanya itu, sosialisasi ini juga dihadiri berbagai elemen masyarakat dari keterwakilan organisasi politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas, dan tokoh perempuan dari beberapa desa/dusun yang ada di Kecamatan Mangarabombang.

“Kehadirannya begitu antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi walaupun cuaca kurang mendukung karena hujan deras turun saat sosialisasi,” ucap Rangga.

Rangga menggambarkan prinsip yang sangat mendasari perlunya kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan ini sehingga penting untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap kecintaan kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Menumbuhkan rasa patriotisme tidak hanya sekedar slogan tetapi perlu secara mendalam memahami hakekat dan makna nya,” kata Rangga.

Selain itu, Rangga juga menyampaikan apa yang dilakukan hari ini adalah bagian dari rasa cinta kita terhadap bangsa dan negara. “Karena sadar atau tidak bahwa kita sudah mengambil peran dalam menumbuhkan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kita terhadap NKRI,” kuncinya.

Rais Rahman yang merupakan nara sumber utama penyampaian, langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui anggota DPRD Sulsel melakukan kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan perlu direspon secara baik dan positif karena ini sebuah langkah maju untuk memberikan pemahaman yang mendalam terhadap nilai nilai yang terkandung dalam 4 pilar yakni Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

“Oleh karena itu masyarakat harus menyikapi secara bijak langkah ini, bahwa sesungguhnya bangsa ini besar dan disegani negara lain karena kecintaan rakyatnya terhadap NKRI,” tuturnya.

Sementara itu, Nasrullah Nai sebagai narasumber kedua mengantarkan materi tentang keagamaan yang dikaitkan dengan berbagai hal menyangkut dan mengurai nilai-nilai dan makna kebangsaan dikaitkan dengan nilai keagamaan.

“Dengan keikhlasan dalam melaksanakan syariat ajaran agama islam walaupun kita hidup dalam serba keterbatasan itu sebuah penanda bahwa kita masih memiliki rasa dan kesadaran yang tinggi yang tanpa kita sadari bahwa itu sebuah wujud tingginya kesadaran dalam bangsa dan negara, karena menanamkan nilai keagamaan adalah bagian dari menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan kita,” tutupnya.(rik)