DP Terancam Dijegal, Pengamat: Takdir Politik Danny Harus Berpisah Dengan NasDem

INIKATA.co.id– Ketidakhadiran Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, dalam rapat akbar dan silaturahmi bersama Anies Baswedan di Celebes Convention Centre (CCC) pada 10 Desember lalu, bisa dimaknai sebagai resistensi Wali Kota dua periode tersebut terhadap pencalonan Anies oleh partai NasDem.

Akibatnya, Kata Pengamat Politik IAIN Kota Palopo Muhammad Azwan, ketidakhadiran Danny ditengah gencarnya NasDem mencari dukungan untuk Anies dapat berakibat fatal, bahkan bisa saja terjadi penjegalan seperti yang menimpa Danny pada 2018 lalu, jika Danny ingin maju bertarung di pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel mendatang.

Baca juga:

PSI Sulsel Terus Jaring Bacaleg Jelang Pemilu

“Jika diprediksi lebih jauh, sepertinya memang takdir politik Danny harus berpisah dengan Nasdem,” jelasnya.

Terlebih, lanjut Azwan pasca ketidakhadiran Danny dalam rapat Akbar Anies Baswedan, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali langsung menyerang Danny soal insiden kecelakaan tarik tambang Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanudsin (Unhas).

Sebelumnya, Pengamat Politik Unhas Sukri Tamma juga mengatakan, bahwa ketidakhadiran Danny dalam rapat akbar Anies Baswedan bersama Partai NasDem merupakan indikasi politik atas sikap Partai NasDem saat ini terhadap Danny.

“Secara politik, ketidakhadiran Danny di acara Anies bisa jadi sangat erat kaitannya dengan kritik itu. Danny bisa dianggap tidak sejalan dengan Partai, apalagi memang NasDem sangat gencar mencari dukungan untuk menangkan (Anies),” kata Sukri saat dihubungi Inikata.co.id via telfon, Jumat (23/12/2022).(**)