MB Sebut SYL Sebagai Pelopor Pengembangan Irigasi Perpompaan

INUKATA.co.id – Bupati Enrekang Muslimin Bando (MB), hadiri acara Harmonisasi dan Refleksi Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 2022, di Jakarta kemarin.

Melalui kehumasan daerah Enrekang dikesempatan itu selaku pemkab Enrekang menyerahkan penghargaan pada Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) atas perannya sebagai pelopor pengembangan irigasi perpompaan, khususnya di daerah tersebut.

Baca juga:

Bapemperda DPRD Sulsel Ikut Rakornas di Sulbar

“Bapak Menteri dan bapak Dirjen PSP banyak membantu Kabupaten Enrekang di sektor pertanian. Seperti irigasi perpompaan, dimana kita bisa mengairi perkebunan dari sungai ke gunung, lewat sejuta kincir irigasi. Ini banyak dimanfaatkan petani bawang di Kabupaten Enrekang,” jelas MB usai acara, Rabu (21/12/2022).

Sejauh ini untuk peningkatan produksi Kementan lewat Dirjen PSP telah menggelontorkan secara rutin bantuan alsintan, embung- embung, hingga jalan tani. Olehnya itu, Bupati MB dIdampingi Kabag Perencanaan dan keuangan Setda Enrekang Sumardin, kadis TPHP Enrekang Addi, Kabid Tanaman pangan Amri Rahman, dalam mewakili masyarakat dan pemerintah Kabupaten Enrekang berterima kasih dengan pola bantuan yang disalurkan.

“Kami patut mengucapkan terima kasih pak Menteri, terima kasih pak Dirjen atas segala perhatiannya. Petani kita sangat terbantu, dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Hasilnya tentu peningkatan kesejahteraan petani kita,” urai Bupati.

Kemudian Mentan SYL pun sambut bahagia apresiasi dari Pemkab Enrekang sebab mantan Gubernur Sulsel ini paham betul akan potensi sentra pertanian 38 persen penyumbang pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

“Sektor pertanian merupakan profesi terdepan tulang punggung pangan Nasional. Sehingga harus betul-betul diperhatikan,sehingga program revitalisasi oleh pemerintah akan meningkatkan produksi pertanian Nasional,” ucap SYL.

Data Kementan selama 2022 secara Nasional,telah menyalurkan bantuan alsintan prapanen sebanyak 20.034 unit, taxi alsintan, permodalan melalui KUR Pertanian mencapai Rp 103 Triliun. Pula sarana irigasi melalui rehabilitasi jaringan, irigasi perpipaan, pembangunan embung/Dam Parit/Long Storage dan Bangunan Konservasi air sebanyak 4.448 unit di tahun 2022.

Selanjutnya, penyiapan lahan pertanian melalui optimasi lahan seluas 7.273 Ha serta pengembangan Food Estate seluas 62.445 Ha. Capaian lainnya adalah pembangunan jalan usaha tani sebanyak 1.001 Unit.

Realisasi Asuransi Pertanian sebanyak 236.558 kelompok, screen house dan sarana pendukungnya sebanyak 52 unit, dan mengembangkan Eduwisata Pertanian. Secara khusus, Menteri SYL meminta kepala daerah agar digenjot Smart Farming atau model pertanian cerdas.

“Pertanian tak mungkin bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi,” kata Syahrul.

Pula Kementan RI dan Bappenas menyebut istilah Pertanian Presisi untuk model pertanian cerdas ini. Pertanian Cerdas atau Pertanian Presisi ini merupakan sebuah mekanisme pengelolaan lahan pertanian menjadi jauh lebih produktif dan efisien melalui keterlibatan teknologi.

“Pertanian presisi melibatkan beberapa sistem pertanian modern yaitu sistem mekanisasi, otomatisasi kontrol, kegiatan monitoring dengan pemanfaatan big data sampai dengan teknologi internet of things (IoT) serta machine learning,” urai Mentan RI Prof. Syahrul Y.Limpo.(sam/radarmakassar)