Momen Nataru: Konsumsi Pertalite Diperkirakan Naik 5%, Solar 8%

INIKATA.co.id – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG diperkirakan akan meningkat pada momen Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Meski begitu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mememastikan stok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Executive GM PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Erwin Dwiyanto mengaku, pihaknya telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan konsumsi BBB, khususnya untuk sektor transportasi.

Baca juga:

6.490 Kantor Bank Tutup dan 4.600 ATM Punah di Indonesia

Untuk kategori BBM bersubsidi, kata dia, konsumsi Pertalite di masa Nataru diperkirakan naik 5 persen dari rata-rata konsumsi normal yang jumlahnya 6.935 kiloliter pada Januari-Oktober 2022. Dibandingkan masa Satgas Nataru 2021, konsumsi Pertalite tahun ini diperkirakan naik 6 persen.

Konsumsi BBM subsidi lainnya, yakni solar, diperkirakan naik 8 persen dari 2.416 kiloliter di masa normal.
Sementara untuk jenis Pertamax, konsumsi diperkirakan naik 20 persen dibandingkan masa normal. Namun jika dibandingkan masa Satgas tahun lalu, konsumsinya diperkirakan menurun hingga 28 persen karena adanya kebijakan kenaikan harga.

“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan, karena BBM kami pastikan selalu tersedia di seluruh lembaga penyalur,” kata Executive GM PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Erwin Dwiyanto melalui konferensi pers virtual, Senin (19/12/2022).

Baca juga:

Nelayan di Luwu Kesulitan Dapatkan Solar, Pihak SPBU Diduga Utamakan Pelangsir BBM Bersubsidi

Erwin mengimbau masyarakat agar membeli BBM berkualitas. Ia menyarankan jenis Pertamax Series dan Dex Series.

Menurut catatan Pertamina, lanjut Erwin, pada momen Nataru tahun lalu, terjadi peningkatan konsumsi hingga 110 persen pada produk Pertamax series. Sedangkan konsumsi Dex series naik hingga 51 persen.

“Hal itu membuktikan bahwa pada dasarnya masyarakat Sulawesi sudah sadar penggunaan berkualitas untuk perjalanan jauh. Kami harapkan ini dapat diterapkan kontinyu pada konsumsi BBM sehari-hari agar mesin kendaraan terus terjaga,” ujarnya.

Lebih jauh Erwin menyampaikan, untuk memastikan kelancaran distribusi BBM dan LPG, kata dia, Pertamina membentuk Satuan Tugas (Satgas) Siaga Natal dan Tahun Baru yang sudah bekerja sejak 15 Desember 2022 hingga 8 Januari 2023.

Erwin menjelaskan, Satgas Siaga tersebut bertugas memonitor secara ketat operasional pendistribusian BBM dan LPG serta kesiapsiagaan semua penyalur.

Selain itu, juga siaga mengantisipasi kondisi khusus atau darurat yang dapat mengganggu kelancaran distribusi di tengah meningkatnya konsumsi BBM di momen Nataru.

Region Manager Retail Sales Pertamina Sulawesi, Fanda Chrismianto menambahkan, Satgas Nataru hadir dengan tiga konsep utama. Satgas bertugas untuk tiga jenis layanan, yakni energi, promosi, dan layanan tambahan.

Untuk layanan energi, Pertamina Sulawesi menghadirkan infrastruktur yang terdiri dari lembaga suplai, penyalur, dan distribusi. Antara lain 465 SPBU reguler, 142 SPBU Mini, dan 403 Pertashop.

Pada layanan promosi, Pertamina memberikan berbagai program promo untuk konsumen melalui aplikasi MyPertamina. Promo, di antaranya, Cashback Rp6.500 khusus pengguna baru MyPertamina dan promo casback di SPBU Area Wisata.

Sementara pada layanan tambahan, Pertamina memastikan 130 SPBU beroperasi 24 jam. Demikian juga dengan 395 Agen LPG siaga. Selain itu, terdapat juga 13 mobil tangki standby di jalur wisata serta titik rawan kemacetan dan bencana.

“Pertamina memberikan layanan tambahan untuk mendukung kelancaran perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru,” kata Fanda. (*)