Peristiwa Halloween, Berikut Daftar Korban WNA

INIKATA.co.id – Korban tewas tragedi pesta Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, bertambah menjadi 154 orang. Sebanyak 26 korban tewas itu merupakan warga negara asing.

Sebanyak ratusan orang dilaporkan terluka dalam insiden paling mematikan sejak 2014 di Korsel itu, termasuk dua warga Indonesia.

Baca juga:

Paparkan PAKINTA di Forum Internasional, Firman Pagarra Jadi Narasumber Workshop Pajak ADB

Pusat Penanggulangan Bencana dan Keselamatan Korsel menuturkan korban tewas masih dapat bertambah sebab setidaknya 33 korban luka dalam kondisi serius. Sebanyak 116 orang lainnya mengalami luka ringan.

Melansir CNN, Senin (31/10), kantor berita Yonhap melaporkan 26 WNA korban tewas itu terdiri dari 14 negara :

– Iran 5 Orang
– China 4 Orang
– Rusia 4 Orang
– Amerika 2 Orang
– Jepang 2 Orang
– Prancis 1 Orang
– Australia 1 Orang
– Norwegia 1 Orang
– Austria 1 Orang
– Vietnam 1 Orang
– Thailand 1 Orang
– Kazakhstan 1 Orang
– Uzbekistan 1 Orang
– Sri Lanka 1 Orang

Baca juga:

Petasan Meledak di Tangan saat Malam Pergantian Tahun, ASN di Pinrang Dievakuasi ke RS

Tragedi ini bermula ketika warga mulai memadati kawasan Itaewon menggunakan berbagai kostum horor. Mereka antusias karena ini merupakan Halloween perdana setelah terhalang pandemi Covid-19 selama tiga tahun.

Semakin malam, para warga kian membeludak. Hingga akhirnya sekitar pukul 22.20 waktu setempat, kondisi semakin parah di salah satu jalan sempit yang menanjak.

Saat itu, sejumlah orang yang sudah berada di bagian atas jalan ternyata terjatuh, menimpa massa di bawahnya. Di tengah kepanikan, para pengunjung saling injak.

Karena kondisi sangat penuh, petugas sampai-sampai harus bersusah payah menarik beberapa orang keluar dari kerumunan.

Namun, puluhan orang sudah terkapar di jalanan dan mengalami henti jantung. Beberapa pengunjung dan petugas langsung melakukan pertolongan pertama, melakukan teknik CPR di tengah hiruk pikuk massa.

Hingga kini, pihak berwenang Korsel masih menyelidiki tragedi ini dan belum bisa menyimpulkan penyebab 154 orang tewas setelah kompak mengalami serangan jantung mendadak di kawasan itu.

Namun, sejumlah pihak meyakini kerumunan padat orang-orang yang hendak berpesta di kawasan kelab dan bar Itaewon itu menjadi salah satu penyebab ratusan orang tersebut meninggal dunia kekurangan oksigen.

Sebab, lokasi insiden merupakan jalanan gang sempit menurun sepanjang 50 meter yang menghubungkan distrik restoran, kelab, dan bar, yang sibuk dengan jalan utama. Sekitar enam orang dewasa hampir tidak bisa lewat pada saat yang bersamaan di gang tersebut.

Sementara itu, hampir 100 ribu orang mengunjungi kawasan itu untuk perayaan Halloween setelah dua tahun dikurung pandemi. Sebagian besar korban tewas dalam tragedi Itaewon merupakan pemuda berusia 20 tahunan dan mayoritas dari mereka adalah perempuan sebanyak 98 orang.

Distrik Itaewon memang dikenal sebagai salah satu kawasan hiburan populer di Ibu Kota Seoul. Berbagai resto, cafe, bar, dan kelab malam banyak berjajar di antara gang-gang Itaewon.

Kawasan Itaewon sendiri telah populer sebagai tempat perayaan Halloween setiap tahunnya. Sejumlah turis dari negara tetangga termasuk warga Indonesia bahkan rela terbang ke Seoul untuk merayakan Halloween di Itaewon ketika perayaan tersebut makin populer di kalangan negara Asia.

Namun, akibat pandemi Covid-19 dan pembatasan kerumunan, pesta Halloween ditiadakan selama dua tahun terakhir.

Sabtu (29/10) malam pun menjadi pesta Halloween pertama yang digelar di kawasan Itaewon sejak dua tahun terakhir.(**)