DPRD Sulsel Gelar Paripurna Terkait Penjelasan Gubernur Terhadap Tiga Ranperda

INIKATA.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel menggelar rapat paripurna dengan agenda penjelasan Gubernur terkait tiga ranperda, Kamis (27/10).

Ketiganya adalah soal nota keuangan, ranperda tentang pendirian perseroan daerah PT. Sulsel Andalan Energi dan ranperda tentang perubahan atas perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang penyertaan modal pemerintah daerah.

Baca juga:

Ground Breaking Pembangunan RS OJK di CPI, Gubernur: Alhamdulillah

Paripurna itu dipimpin langsung oleh ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari. Selain dihadiri para pimpinan dan anggota dewan, rapat paripurna itu juga dihadiri langsung oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman serta para pimpinan OPD.

Terkait penjelasan pengantar nota keuangan dan rancangan perda Provinsi Sulawesi Selatan tentang APBD TA 2023, Andi Sudirman Sulaiman dalam penyampaiannya mengatakan, Ekonomi Sulsel Selama Tahun 2021 tumbuh di angka 4,65 persen dan pada Triwulan 2 Tahun 2022 tumbuh sebesar 5,18 Persen.

“Kondisi tersebut ditopang oleh berlanjutnya pemulihan konsumsi masyarakat dan perbaikan kinerja dunia usaha, seiring dengan peningkatan produksi komoditas pertanian serta berlanjutnya pembangunan proyek pemerintah dan swasta,” ujar Gubernur.

Baca juga:

DPRD Warning TAPD Jangan Tarik Anggaran BLU RS, Begini Respon Dinkes Sulsel

Laju inflasi Provinsi Sulawesi Selatan pada Tahun 2021 sebesar 2,40 persen dan pada bulan september 2022 mangalami kenaikan menjadi 6,35 persen.

“Terkait kemiskinan menunjukkan trend yang menurun, hal tersebut dapat terlihat pada persentase penduduk miskin pada Maret 2021 yang sebesar 8,78 Persen turun 0,15 persen poin dibanding Maret Tahun 2022 sebesar 8,63 Persen,” pungkasnya.

Terkait ranperda tentang pendirian perseroan daerah PT. Sulsel Andalan Energi, Secara umum kata dia, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan daerah yang dinamis dan kondusif untuk pengembangan dunia investasi, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian dan perkebunan, energi serta infrastruktur.

“Di bidang energi, terdapat potensi sumber daya alam berupa gas bumi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dalam rangka pemenuhan kebutuhan di bidang ini. Secara praktis sumber daya ini dapat diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan rumah tangga, bahan bakar ataupun untuk kebutuhan industri,” katanya.

Olehnya itu, inisiatif untuk menyusun Rancangan Perda Provinsi Sulawesi Selatan tentang Pendirian Perseroan Daerah PT. Sulsel Andalan Energi, yang nantinya akan mengelola participating interest di bidang usaha hulu minyak dan gas bumi, tentunya tidak akan dilepaskan dari landasan yuridisnya.

“Undang-Undang Pemerintahan Daerah mengatur bahwa daerah dapat mendirikan BUMD dengan tujuan memberikan manfaat bagi perekonomian daerah dan menyelenggarakan kemanfaatan umum/masyarakat, yang mana secara formal setiap pendirian BUMD ditetapkan dengan Perda,” tuturnya.(**)