Daerah Terdampak Banjir di Makassar Sisa 8,30 km2

INIKATA.co.id – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Makassar melakukan diseminasi hasil penelitian terkait revitalisasi sistem drainase di kota Makassar.

Penelitian ini dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tallo, tepatnya mulai dari kolam regulasi Nipa-nipa hingga ke muara.

Baca juga:

92 Hektare Sawah Terserang Hama Burung Pipit Dapat Bantuan

Peneliti, Mukhsan Putra Hatra mengatakan, penelitian ini menggunakan daya curah hujan yang berpengaruh pada daerah tersebut.

Yakni Stasiun Senre dan Tamangapa Kassi mulai tahun 1995 sampai 2019.

“Dari hasil itu didapat hidrograf banjir sub DAS Mangalarang dengan metode Nakayasu,” ucapnya di Hotel Arthama, Rabu (12/10).

Dari hasil pemetaan daerah rawan banjir Makassar, luas daerah yang terdampak banjir berdasarkan kecamatan yakni Kecamatan Manggala 6,48 km2.

Kecamatan Rappocini 0,31 km2, Panakkukang 4,24 km2, Tallo 3,37 km2, Tamalanrea 11,59 km2, Biringkanaya 0,01 km2.

“Sehingga total luas daerah terdampak banjir sebanyak 26 km2,” ungkapnya.

Melihat hal tersebut diperlukan revitalisasi sungai Tallo dengan kolam retensi.

Dengan adanya kolam retensi, diharapkan bisa memperlambat pertemuan antara air pasang dengan debit banjir dari hulu.

Sehingga daerah terdampak banjir mengalami perubahan, dimana Kecamatan Manggala sisa 4,94 km2.

Kecamatan Rappocini 0,05 km2, Panakkukang 0,61 km2, Tallo 0,92 km2, Tamalanrea 1,77 m2, Biringkanaya 0,01 km2.

“Sehingga total luas daerah terdampak banjir sisa 8,30 km2 dari 26 km2 sebelum adanya kolam retensi,” paparnya.

Kesimpulan dari penelitian ini ialah debit banjir hulu yang masuk ke dalam Sungai Tallo dibagi menjadi 2 sub DAS, sub DAS Tallo hulu dan sub DAS Mangalarang. Debit banjir masing-masing sebesar Q50=523,76 m³/det dan Q50= 886,82 m³/de.

Adapun solusi untuk mengatasi banjir sungai Tallo dengan sistem drainase berwawasan lingkungan yaitu dengan rencana pembangunan kolam retensi hilir.

Dengan volume tampungan total normal sebesar 2,48 juta m³ dan tampungan maksimum sebesar 5,31 juta m³. Dapat direduksi sekitar 17,7 km² luas daerah terdampak banjir.

Selain revitalisasi sistem drainase Kota Makassar, Balitbangda Makassar juga melakukan desiminasi dua hasil penelitian lainnya.

Yakni penelitian dengan tema Menuju Efektivitas Pengelolaan 18 Revolusi Pendidikan.Serta Identifikasi Penyebab Banjir di Kota Makassar.

Kepala Balitbangda Makassar, Andi Bukti Djufrie mengatakan, setelah diseminasi ini tugas Balitbangda untuk melakukan penelitian sudah selesai.

“Diseminasi ini untuk menyebarluaskan kepada SKPD terkait dan masyarakat terkait hasil penelitian yang dilakukan,” katanya.

Diharapkan SKPD terkait menjadikan penelitian ini sebagai referensi untuk melakukan perbaikan.

Misalnya, revolusi pendidikan yang tidak tepat sasaran bisa diketahui dan dipahami oleh kepala sekolah dengan baik.

“Begitu pula dengan identifikasi banjir dan revitalisasi drainase, sehingga kita harap hasil penelitian ini bisa menindaklanjuti hasil penelitian yang telah dilaksanakan,” tuturnya.

Desiminasi ini dibuka oleh Asisten III Kota Makassar Mario Said. (**)